| Register
  • Connect to:

Klinik Terapung LPMAK & Freeport Indonesia Layani Masyarakat Pesisir dari Kampung ke Kampung

Menyambut Hari Penglihatan Sedunia yang jatuh setiap hari Kamis minggu ke-2 bulan Oktober, Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) sebagai lembaga pengelola dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia (PTFI) telah menyelesaikan rangkaian pelayanan kesehatan berupa operasi mata katarak dan pemberian kacamata gratis bagi warga di pesisir Kabupaten Mimika, Papua. Kegiatan yang dilaksanakan selama sembilan hari sejak tanggal 19 hingga 27 Oktober 2016 merupakan kerjasama Biro Kesehatan LPMAK dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika dengan memanfaatkan klinik terapung milik LPMAK & Freeport sebagai sarana pelayanan kesehatan.

Dalam kegiatan ini, Tim Biro Kesehatan LPMAK bersama mitra kerjanya melayani 9 kampung di pesisir Mimika, yang terdiri dari 3 Kampung di distrik Mimika Tengah dan 6 Kampung di distrik Mimika Barat. Sebanyak 941 orang pasien berhasil menerima pemeriksaan gratis, diantaranya 275 orang pasien anak-anak dan 666 orang pasien dewasa. Dalam kegiatan ini, tim kesehatan menemukan 27 kasus katarak, dengan rincian 13 katarak belum matang dan 14 katarak matang. Tindak lanjut dari temuan ini, 9 orang pasien kemudian berhasil dioperasi di atas klinik terapung tersebut.

Menurut dr. Jusni Saragih, salah satu anggota tim dokter yang melakukan operasi katarak, pasien yang sudah dioperasi membutuhkan waktu 2 minggu untuk penyembuhan mengikuti peraturan dari tim medis.

”Pasien yang sudah menjalani operasi katarak dapat langsung melihat cahaya dengan baik, lensa yang diangkat kita ganti dengan lensa buatan manusia yang fungsinya sama seperti lensa mata yang diberikan oleh Tuhan untuk memperjelas penglihatan,” kata dr. Jusni Saragih.

Selain pelayanan operasi katarak kali ini, tim Biro Kesehatan LPMAK telah membagikan kebutuhan kacamata untuk pasien rabun jauh dan rabun dekat, serta pendistribusian 229 obat tetes mata di 9 kampung. Kegiatan ini melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, RSUD Mimika, tim dokter dari Yayasan Kemanusiaan Indonesia (YKI) serta Puskesmas Kaokanao dan Puskesmas Atuka.

Klinik terapung yang digagas oleh LPMAK ini merupakan salah satu upaya perpanjangan tangan Freeport melalui LPMAK, untuk melayani masyarakat khususnya di pesisir Mimika. Jauhnya lokasi perkampungan yang hanya bisa dicapai menggunakan sarana transportasi sungai, menjadi alasan kuat diluncurkannya sarana Klinik Terapung.

“Klinik terapung melaksanakan aktivitas melayani masyarakat secara langsung dari kampung ke kampung. Dengan dukungan dari tim dokter dan perawat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, dan tim Puskesmas Pembantu (Pustu), kami melayani masyarakat setempat,” kata Yusuf Nugroho, Kepala Biro Kesehatan LPMAK.

LPMAK selaku lembaga pengelola dana kemitraan PTFI terus bersinergi dengan para mitra terkait dalam mengembangkan program bagi masyarakat lokal khususnya yang berdomisili di sekitar area kontrak karya Freeport. Pada tahun 2015, jumlah dana investasi PTFI untuk pengembangan masyarakat baik yang dikelola langsung oleh PTFI maupun melalui kemitraan dengan LPMAK mencapai USD 86 juta (Rp 1,1 triliun), sedangkan total dana investasi pengembangan masyarakat dari tahun 1992-2015 mencapai USD 1,4 miliar (Rp 13,6 triliun).

Sumber: www.energitoday.com

SHARE: