| Register
  • Connect to:

MSM dan TTN Berangkatkan 30 Mahasiswa ke China

PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tondano Tambang Nusajaya (TTN), anak usaha dari PT Archi Indonesia, memberangkatkan sebanyak 30 calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi Jurusan Pariwisata selama tiga tahun di Jiangsu Husbandry Institute of Tecnology of China, Selasa (15/11/2016). Kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi perusahaan terhadap pembangunan regional yang bukan hanya memperhatikan aspek ekonomi, namun juga aspek lingkungan dan social kemasyarakatan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Program beasiswa ini terselenggara berkat kerjasama antara MSM dan TTN, SEAMOLEC — Ini adalah sebuah institusi yang bernaung di bawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara yang bertanggung jawab pada pendidikan vokasi dan jarak jauh di Asia Tenggara — dan Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Utara serta Pemda Provinsi Sulawesi Utara.

Bentuk kerja sama tadi telah dituangkan melalui penandatangan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) pada 19 Oktober 2019 di Kantor Disdiknas Pemprov Sulut, antara Direktur Utama MSM dan TTN Terkelin Karo Karo Purba, Director SEAMOLEC Dr. Abi Sujak, dan Kadisdiknas Pemprov Sulut Gemmy A. Kawatu.

Direktur Utama MSM dan TTN Terkelin Karo Karo Purba mengatakan, pada tahap awal program beasiswa ke China ini, pihaknya memberangkatkan 30 orang mahasiswa yang berasal dari 13 desa lingkar tambang di wilayah Kota Bitung dan Minahasa Utara dan akan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.

“Biaya yang dikeluarkan untuk pendidikan selama tiga tahun mencapai Rp3 miliar,” kata Terkelin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Dia menambahkan tujuan program beasiswa ke China, selain untuk meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat sekitar tambang, juga untuk mendukung program Pemda Sulut dalam pengembangan bidang Pariwisata dan peningkatan sumber daya manusia. Sekaligus implementasi pascatambang perusahaan yang akan berfokus pada sektor agribisnis, pariwisata, dan lingkungan.

Seperti diketahui kebijakan yang sedang dijalankan oleh Provinsi Sulawesi Utara yang tertuang dalam misi Sapta Cita Pembangunan Daerah tahun 2016-2021 yakni “Mewujudkan Sulawesi Utara Sebagai Destinasi Investasidan Pariwisata yang berdaya saing”.

Pada tahun 2017, Pemprov Sulut menargetkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke wilayah Sulut dari China sebanyak 30.000 orang setiap bulannya. Oleh sebab itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambe sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh manajemen MSM dan TTN yang telah mempelopori program beasiswa belajar ke China bagi 30 siswa lingkar tambang di wilayah Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa.

Diharapkan dengan terobosan program CSR MSM dan TTN ini akan menjadi sumber inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lainnya di wilayah Sulut untuk meniru langkah-langkah yang dilakukan MSM dan TTN dalam upaya peningkatan kesejahteraaan masyarakat regional.

Sumber: www.skalanews.com

SHARE: