| Register
  • Connect to:

PAD PT PSU Gelar Pernikahan Massa

PT Pangansari Utama (PT PSU) yang bekerjasama dengan Yayasan Media Group dan dimotori oleh Papuan Affairs Devisi (PAD) PT Freeport Indonesia, Jumat (11/11/2016), menggelar pernikahan massal kepada 28 pasangan suami istri di Graha Effata Timika, Jalan Baru C Heatubun di Kabupaten Mimika Provinsi Papua.

Menurut Koordinator PAD pada PT PSU, prosesi pernikahan massal kepada sekitar 28 pasangan suami istri ini, dilakukan menyikapi kebutuhan perkembangan perusahaan untuk melakukan pendataan sistematis terhadap pekerjanya. Terutama untuk menjawab hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan kesejahteraan pekerja itu sendiri, karena selama ini diakui bahwa masalah keabsahan pernikahan dari kebanyakan pekerja PT PSU memang belum terjadi. Artinya, kebanyakan karyawan mengakunya sudah menikah tetapi itu tidak bisa dibuktikan oleh adanya kepemilikan Surat Akta Nikah resmi dari pemerintah dari setiap karyawannya.

“Hal itulah yang menyebabkan, PAD berupaya membantu setiap perusahaan yang ada dalam lingkungan perusahaan, khususnya pada PT Pangansari Utama ini. Selain sebagai upaya untuk mendapatkan Surat Akta Resmi dari pemerintah yang dibutuhkan setiap pasangan suami istri, nikah masal ini juga dimaksudkan sebagai cara untuk membantu upaya peningkatan kesejahteraan karyawan. Kita juga akan terus melakukan identifikasi dan menawarkan kepada setiap pekerja yang benar-benar belum melakukan pernikahan secara sah menurut peraturan pemerintah untuk segera mendaftarkan dirinya juga agar bisa dinikahkah secara sah,” ujar Koordinator PAD PT PSU, Dominggus Yawang, sesaat sebelum prosesi pernikahan massal itu dilaksanakan.

Proses Pernikahan Massal PT PSU itu dilakukan juga berkat adanya kerjasama dengan pihak Pemerintah Kabupaten Mimika yang diwakili langsung Petugas Pencatatan Sipil-nya Yusuf Howay. Acaranya berlangsung sederhana dan khidmat, didahului penyampaian nasehat pernikahan dan pengesahan pernikahan ke-28 pasangan nikah oleh Petugas Pencatatan Sipil Pemda Mimika.

Dalam prosesi pernikahan itu, Howay juga menyampaikan terima kasih dengan upaya yang sudah dilakukan PT Pangansari Utama. Terutama, karena sebelumnya juga dari Papua Affairs Devisi sudah melakukan hal yang sama untuk 17 pasangan suami istri dan saat ini lagi kepada 28 pasangan dari PT Pangansari Utama.

Pemerintah juga akan terus membantu memfasilitasi proses pernikahan yang dibutuhkan pihak manapun, seperti yang saat ini dilakukan terhadap 28 karyawan PT Pangansari Utama. Permasalahannya, diakuinya juga bahwa, karena memang untuk hal-hal yang berkaitan dengan identitas keluarga dan kebutuhan lainnya yang penting maka seorang pekerja di lingkungan PT Freeport Indonesia itu harus dimiliki bukti nikah yang sah.

“Itu baru seorang karyawan bisa dilayani oleh Freeport,” tutur Howay.

Upaya pernikahan massal ini juga dilakukan karena kebanyakan pekerja PT Pangansari Utama memang banyak berurusan dengan pihak Human Resources Departement (HRD) di PT Pangansari Utama, hanya kebanyakan diantaranya justru selalu mengandalkan bahwa mereka sudah melakukan pernikahan secara adat. Bahkan, menurut mereka, itu adalah sah dan hal itulah yang tidak dijadikan dasar oleh perusahaan untuk melakukan setiap kebutuhan karyawan.

Proses pernikahan massal dipimpin Petugas Pencatatan Sipil dengan penyampaian nasehat pernikahan dan pengesahan terhadap ke-28 pasangan nikah tersebut, sebagai tanda diresmikannya ke-28 pasangan suami istri tersebut menurut peraturan pemerintah juga dihadiri perwakilan PT Freeport Indonesia, Joe Fragnito. Termasuk Direktur PT Pangansari Utama, Bagus Ekodanto dan Direktur Yayasan Media Group, Ali Sadikin.

Bagus Ekodanto kepada ke-28 pasangan yang dinikahkan mengatakan, proses pernikahan massal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan karena diketahui bahwa karyawan sebenarnya memiliki beberapa fasilitas yang bisa diperolehnya dari perusahaan. Artinya, proses pernikahan ini bisa mambntu meningkatkan produktivitas karyawan dan juga perusahaan.

Sementara diakui Direktur Yayasan Media Group, Ali Sadikin, proses pernikahan massal yang kelihatannya sepele ini, jelas siap memberikan dampak positif ke depannya bagi karyawan Pangansari sendiri. Terutama kepada setiap karyawan dan masa depan anak-anaknya.

Setelah proses pernikahan massal yang berlangsung khidmat dan lancar itu dilakukan, setiap pasangan yang sudah dinyatakan resmi sebagai suami istri itu menandatangani Surat Akta Nikahnya masing-masing. Termasuk didampingi juga para orang tua pasangan nikah serta saksi dari setiap pasangan suami maupun istri.

Sumber: www.papualink.com

SHARE: