| Register
  • Connect to:

Spesimen Emas Terbesar Ditemukan Lagi di Australia Barat

Petir tidak pernah menyambar dua kali, tetapi spesimen emas yang spektakuler telah ditemukan di tambang emas Australia Barat untuk kedua kalinya dalam sembilan bulan. Satu lagi kantung emas langka telah ditemukan di tambang Beta Hunt di dekat kota tambang bersejarah Kambalda, 630 kilometer timur Perth.

Penambang bawah tanah telah menemukan sekitar 987 ons emas kasar dari 238 kilogram batu sejak Sabtu – bernilai sekitar 1,9 juta dolar Australia (sekitar Rp 19 miliar) dengan harga emas hari ini.

Tambang Beta Hunt menjadi berita utama internasional tahun lalu setelah beberapa spesimen terbesar yang pernah ada ditemukan sekitar 500 meter di bawah permukaan tanah – yang terbesar berbobot 94 kilogram.

Menjadi ‘agak kejadian biasa’

Sejauh ini, kantong emas baru itu tidak sekaya ruang seukuran ruang tamu yang disebut Father’s Day Vein, yang dinamai karena ditemukan pada Hari Ayah September lalu.

Sumber ini tahun lalu menghasilkan lebih dari 27.000 ons – setara dengan sekitar 760 kilogram emas – yang membuat penambang Kanada RNC Minerals mengantongi lebih dari 40 juta dolar AS dan menyelamatkan tambang dari penutupan.

Lokasi terbaru berada sekitar 25 meter di bawah Father’s Day Vein dan 15 meter ke selatan yang ditemukan ketika para penambang bekerja menuju daerah itu dengan harapan akan menemukan lokasi yang kaya lagi.

Ahli geologi Emily Cole adalah salah satu orang pertama di tempat kejadian setelah bahan peledak digunakan untuk memecah batu bawah tanah.

“Saya dipanggil melalui radio oleh operator loader bawah tanah, yang mengatakan saat mencuci batu, ia menemukan cukup banyak emas,” katanya.

“Sudah ada beberapa kantong emas sekarang dan menjadi agak kejadian biasa.

Penambang mengambil batu bertatahkan emas selama berjam-jam

Dalam beberapa jam setelah penemuan langka hari Sabtu, ABC diberikan akses eksklusif untuk mengambil gambar di Beta Hunt.

ABC menyaksikan para penambang dengan tangan dan berlutut mencari-cari emas di antara batu dengan hanya cahaya lampu dari kepala mereka. Mereka telah mengambil batu emas selama tiga jam pada saat ABC tiba dan telah mengisi tiga ember besar dengan spesimen.

Mandor tambang Warren Edwards menyiram batu untuk menerangi spesimen emas spektakuler yang bersinar dalam gelap. Dua kali ia meneriakkan “eureka” dengan kencang.

Beberapa spesimen sebesar kepalan tangan dan potongan-potongan kecil lainnya seperti kerikil.

Sepotong terbesar emas terlihat masih di dinding batu – sekitar 30 sentimeter logam kuning berkilau berisi sekitar 100 ons – setara dengan sekitar 190 ribu dolar Australia pada harga emas saat ini.

“Ini adalah kantong ke-10 di atas 30 ons yang kami dapat dalam dua tahun terakhir saya di sini,” kata Cole.

“Sejujurnya setelah kamu melihat satu ton emas di area seukuran mobil kecil, tidak ada yang benar-benar mengejutkan kamu lagi, ini hanya hari yang menyenangkan.”

Sebongkah batu dengan seberkas emas di tengahnya terlalu berat untuk diangkat. Para pekerja telah belajar dari tahun lalu ketika salah satu dari tiga penambang mengangkat spesimen 94 kilogram ke belakang mobil bak terbuka dan punggungnya cedera.

Ketika ABC meninggalkan tambang, sebuah loader bawah tanah yang dikenal sebagai bogger bergerak ke posisi untuk menggali emas.

Harapan untuk mengulangi ‘penemuan sekali seumur hidup’

Ahli geologi tambang senior Zaf Thanos menempatkan penemuan langka tahun lalu sebagai “penemuan sekali seumur hidup”. Tapi sembilan bulan kemudian, ia mengatakan senang kalau terbukti salah.

“Mungkin ini dua kali seumur hidup pada tingkat ini … itu pasti tambang yang istimewa,” katanya.

“Sekarang kami telah menemukan kantong emas ini, kami akan terus menambang ke utara dan mudah-mudahan menemukan beberapa kantong lagi.

“Ini sangat langka. Ini seperti menemukan jarum di tumpukan jerami – tidak ada cara lain untuk menggambarkannya.”

Sebagian besar tambang di seluruh dunia termasuk beruntung kalau menemukan bintik-bintik emas dan akan membutuhkan kaca pembesar untuk memastikannya.

Terlepas dari sifat spesimen yang langka, Thanos mengatakan sebagian besar emas akan dihancurkan dan dilebur ke dalam batangan emas, dan hanya spesimen yang benar-benar spektakuler yang akan diselamatkan.

“Sejak penemuan besar tahun lalu, kami cenderung benar-benar pilih-pilih tentang apa yang kami sebut spesimen dan apa yang kami hancurkan,” katanya.

Bahkan dengan teknologi modern, Thanos mengatakan tidak mungkin untuk memprediksi kelompok emas yang terlihat seperti kantong terbaru.

“Anda tidak dapat memprediksi ini akan kemana … Anda bisa meletakkan bor di mana saja di sekitar itu [menunjuk ke emas di dinding batu] dan Anda mungkin mengenai atau melewatkannya sama sekali,” kata dia.

“Ini hanya masalah keberuntungan murni. Yang bisa kamu lakukan hanyalah menargetkan area yang diketahui, karena ada potensi di sana dan selalu ada peluang bisa beruntung.

“Kantung-kantung seperti ini hanya ceri di atas urusan utama kami di sini.”

Penemuan mengubah kekayaan tambang yang menua

Dampak penemuan Father’s Day Vein tahun lalu masih terasa di Beta Hunt – baru minggu lalu tiga ons emas ditemukan di tempat pencucian kendaraan setelah jatuh dari belakang truk.

Tambang itu telah ditawarkan untuk dijual pada saat itu dan terancam akan ditutup, tetapi penemuan itu mendorong total produksi tahun lalu naik 99 persen menjadi 73.801 ons.

Uang yang dihasilkan dari penemuan emas telah melunasi kreditor dan ditenggelamkan kembali ke tambang dalam bentuk pengeboran eksplorasi, sementara penambangan massal dihentikan sementara.

Sekitar 35 kilometer dari upaya 40 km pengeboran telah selesai dan hasilnya perlahan-lahan dirilis ke Toronto Stock Exchange, dengan hasil lebih banyak akan dirilis minggu depan.

Rezeki nomplok juga memungkinkan RNC Minerals untuk membeli operasi emas Higginsville di dekatnya dengan 50 juta dolar Australia dalam bentuk tunai dan saham, penjualan yang berada pada tahap akhir penyelesaian.

Rencananya adalah untuk memproses emas dari Beta Hunt di pabrik Higginsville, alih-alih mengirimnya ke pabrik pemrosesan pihak ketiga.

Spesimen terbesar yang akan dilelang

Spesimen terbesar dari temuan Father’s Day Vein baru saja mendarat kembali di Australia setelah tur dunia dan sedang dalam proses dijual ke pengumpul emas swasta.

Pada bulan November, Pemerintah Federal menyetujui izin ekspor sementara untuk tiga batu besar.

Spesimen itu dibawa ke Inggris, Amerika Serikat, China dan Kanada, di mana resepsi terbatas digelar di Museum Royal Ontario.

CEO RNC Minerals, Mark Selby, benar-benar bintang rock dalam tur.

“Sungguh luar biasa menyaksikan orang-orang … Saya melihat CEO dari beberapa perusahaan pertambangan terbesar di dunia yang berjongkok mencoba selfie dengan salah satu batu ini,” katanya.

“Saya melihat reaksi orang-orang inti penambangan yang belum pernah melihat yang seperti ini, jadi sangat bagus untuk menarik semua minat dalam penambangan dan eksplorasi ini.”

Batu bertatah emas terbesar, King Henry, berbobot 94 kilogram dan dinamai dari Henry Dole yang menemukannya.

King Henry mengandung sekitar 1.402 ons, sedangkan spesimen terbesar kedua Warren, dinamai dari mandor tambang, berisi 893 ons.

Selby mengkonfirmasi diskusi sedang berlangsung dengan Perth Mint dan ia berharap kesepakatan dapat dilakukan sehingga spesimen terbesar tetap di Australia.

Tidak akan ada lelang publik yang awalnya direncanakan.

Analis emas yang berbasis di Melbourne, Sandra Close, bersikeras batu itu tidak boleh dijual di luar negeri.

“Saya tidak melihat alasan mengapa Beta Hunt tidak seharusnya dapat membawa spesimen keliling dunia dan menunjukkan kepada orang-orang dan mencoba untuk mendapatkan nilai sebanyak mungkin bagi mereka,” kata Dr Close.

“Tetapi di sisi lain saya sangat yakin mereka adalah bagian dari warisan Australia dan mereka harus tetap berada di Australia setiap laku terjual.

“Sifat mereka sangat luar biasa sehingga saya pikir mereka adalah bagian yang sangat penting dari warisan kita, mengingat bahwa emas sangat penting dalam sejarah Australia dan bahkan hari ini dengan Australia sebagai produsen emas terbesar kedua di dunia.”

 

Sumber: https://bit.ly/2XEFojo

SHARE: