| Register
  • Connect to:

Tambang Emas Martabe Latih Kader Deteksi Katarak

Tambang Emas Martabe menyelenggarakan Pekan Informasi Katarak sebagai bagian dari rangkaian program Operasi Katarak Gratis. Pekan Informasi Katarak ini diikuti oleh pemuka masyarakat desa, tokoh adat dan agama, guru, penggerak PKK, aparat, tenaga kesehatan dan kader penyuluh di beberapa tempat. Tahun ini, Pekan Informasi Katarak dilaksanakan pada 7 November 2016 di Makodim Rantau Prapat dan Makodim Tarutung, serta pada 8 November 2016 di Makodim Kotanopan dan Puskesmas Rawat Inap Batangtoru.

Di Puskesmas Rawat Inap Batangtoru, jumlah kader yang mengikuti Pekan Informasi Katarak berjumlah 200 orang. Mereka berasal dari seluruh Desa atau Kelurahan di Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru. Selama mengikuti Pekan Informasi Katarak, para kader mendapat penjelasan mengenai penyakit mata dan katarak. Selain itu, mereka juga dibekali pengetahuan untuk dapat melakukan pemeriksaan mata (visus). Pekan Informasi Katarak ini bertujuan membekali para kader agar secara dini mampu mendeteksi gejala katarak dan penyakit mata, serta penanganannya.

“Tambang Emas Martabe akan terus berkomitmen meningkatkan produktivitas setiap pasien katarak, sekaligus berkontribusi positif terhadap perekonomian keluarga dan masyarakat. Melalui Operasi Katarak Gratis, Tambang Emas Martabe telah berpartisipasi mendukung program pemerintah Bebas Katarak 2020,” kata Tim Duffy, selaku Presiden Direktur Tambang Emas Martabe.

Seluruh rangkaian program ini diselenggarakan bekerjasama dengan lembaga kemanusiaan A New Vision dan didukung Kodam I Bukit Barisan. Setelah Pekan Informasi Katarak, Tambang Emas Martabe kembali mengadakan program sosial Operasi Katarak Gratis yang akan dipusatkan di RS Tentara Padangsidimpuan tanggal 8 – 11 Desember 2016 dan RS Tentara Putri Hijau Medan tanggal 13 – 15 Desember 2016.

Program sosial “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia” ini sudah yang kelima kali diadakan sejak 2011. Sekitar 4.500 orang telah menjalani operasi katarak dengan metode penggantian lensa intraokuler secara cepat dan aman dengan tingkat keberhasilan 100%.

Selama program sosial Operasi Katarak Gratis dilaksanakan sejak 2011, 2012, 2014, dan 2015 lebih dari 20.000 anggota masyarakat telah memetik manfaat. Data Kementerian Kesehatan RI 2015, penduduk Indonesia memiliki kecenderungan menderita katarak 15 tahun lebih cepat dibanding penduduk di daerah subtropis, sekitar 16-22% penderita katarak yang dioperasi berusia di bawah 55 tahun.

Di Sumatera Utara diperkirakan ada 170 – 200 ribu akumulasi kebutaan katarak. Setiap tahun terdapat tambahan 17.000 kasus kebutaan katarak. Katarak dapat disembuhkan melalui operasi, sementara jumlah operasi katarak yang dilakukan tidak melebihi dari 10 ribu pertahun.

Sumber: www.kabarmedan.com

SHARE: